Monday, August 20, 2012

Payau

Namanya Payau, dia baru belajar terbang. Rahim dan tangan yang mengasuh yang mengajarinya terbang. Payau berlari. Terlalu jauh. Dia harus terbang kalau tidak ingin masuk jurang. Payau meloncat. Terlalu rendah. Angin tidak bisa menghantamnya sampai terbang. Dia lakukan berulang kali. Payau tidak sendiri. Payau disaksikan mata-mata yang melihatnya lahir. Mata-mata yang pernah mencoba terbang. Berhasil dan gagal. Tinggi dan mengharap Payau lebih dari itu.


Sesekali Payau lelah, kemudian ia pergi ke kebun untuk mencari mata air. Memetik buah kesemek yang tidak dia suka. Tapi apa mau dikata, perutnya lapar. Payau tidak pernah menanti kapan dia terbang. Dia hanya melakukannya saja. Itu yang dia tau. Sampai nanti, dia bisa sadar bahwa dia bukan hanya sedang mempelajari terbang. Kemudian Payau pulang berjalan kaki menuju rumahnya, pohon Ek.


.......



tiaradewi :)

Wednesday, February 8, 2012

SIOTOY

Anak : Bu, aku berangkat sekolah dulu.
Ibu : Yang rajin, biar jadi bintang kelas.

Pulang sekolah, di rumah.

Anak : Bu, aku udah jadi bintang kelas.
Ibu : Cepet amat, belom juga bagi rapot.
Anak : Semua temen kelasku juga diminta jadi bintang kelas sama orang tuanya. Bintang kan banyak tuh, bisalah kalo semua jadi bintang. Hebat kan bu, aku sama temen-temenku tuh bintaaang!
Ibu : Kamu jadi bintang yang paling terang berarti, bisa nggak? Kayak matahari noh.

Keesokan harinya, pulang sekolah juga, dirumah juga...

Wednesday, November 30, 2011

HUJAN BERSAMA

Lihat hujan. Apa kamu melihatnya? Perlahan saja. Lebih perlahan lagi.

Apa kamu masih saja tidak melihat hujan. Aku rasa jalanmu terlalu terburu-buru. Apa kamu memiliki janji dengan seseorang? Silahkan saja, saya tunggu di tempat ini. Lekaslah! Aku rasa hujan masih akan menunggu.

Atau kamu tidak memiliki janji dengan siapapun atau apapun untuk di temui?
Kalau begitu berjalanlah lebih lambat. Aku ingin kamu melihatnya. Sudah terlihatkah??

Akh, terang saja. Tatapanmu terlalu tajam. Aku ingin kamu melihat hujan. Lihatlah hujan itu! Lihat dari atas. Perhatikan baik-baik. Bukan latarnya. Ikuti hingga hujan jatuh.

Kau pusing? Kebingungan? Jangan lihat satu persatu, lihat saja dia sebagai hujan. HUJAN! Bukan setetes air.

MENYENANGKAN BUKAN? Kalau sudah begitu, mari kita dengarkan lagu ini. Kita bagi dua, kalau ada pembesar suara akan aku perdengarkan pada makhluk lain. Bersama hujan.

Apa waktumu telah tiba? Baiklah, selamat tinggal. Aku tidak akan menunggu. Tapi nanti kita pasti bertemu kembali, karena hujan juga harus pergi.


tiaradewi :)

Inspirasi datang dari hujan, awan, dan pohon dari pemandangan kantin kampus. Waktu itu sedang mendengarkan playlist syahdu bersama sahabat saya Milzam.

Saturday, July 3, 2010

Perhatikan (Sekeliling) Langkah Anda!

Tau apa yang mereka pikirkan saat seseorang sedang dalam perjalanan? Bukan perjalanan hidup yang saya maksud, tapi perjalanan dalam arti sebenarnya. Ketika sedang berdesakan dalam kendaraan umum, menabrak angin diatas motor atau terbengong didalam mobil ditengah kemacetan. Jawaban yang amat sangat berat untuk dapat mengetahui apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka bayangkan. Tapi apa anda ingat, apa yang anda pikirkan di perjalanan setelah sampai tempat tujuan? Sepertinya tidak selalu, apalagi tidak ada hubungannya dengan dengan fantasi tujuan anda. Coba resapi yang anda pikirkan itu adal ah suatu hal besar yang tidak terbayangkan sebelumnya (mungkin kata tdiak terbayangkan ini yang membuat kita tidak akan membayangkan hal yang sama untuk kedua kalinya), HAHAHA, APAKAH ANDA MENGERTI APA YANG SEDANG SAYA KATAKAN BARUSAN? 

Jika tidak coba ikuti saja alurnnya. Suatu ketika anda sedang menghadapi ujian hidup, apa saja. APA SAJA! Ujian kelulusan, ujian untuk menemui orang tua pacar anda, ujian untuk menahan buang air, ujian untuk menghadapi permasalahan YANG SEDANG ANDA HADAPI DETIK INI. Itu adalah ujian terbesar. Karena hanya anda yang mengalaminya untuk saat itu, dan setiap dari anda termasuk saya akan berbicara seperti itu. Tapi saat ini coba menoleh dan melupakannya sejenak dan memikirkan sesuatu yang tidak terpikirkan, bahkan sesuatu yang sama sekal tidak besar. YAH hampir SEMUA ORANG BERFIKIR BAHWA SESUATU YANG “TIDAK PERNAH TERPIKIRKAN” ITU ADALAH SESUATU YANG (HARUS) HEBAT.

Friday, July 3, 2009

Menjalin Kekerabatan Maya

Kekerabatan Via Facebook

Oleh: Tiara Dewiyani

Ditulis pada Jumat, 24 April 2009.

Istilah kekerabatan dipelajari oleh para ahli antropologi untuk berbagai tujuan. Pengetahuan itu dipergunakan sebagai alat untuk menyusun kembali hubungan historis antara orang-orang. Untuk menelusuri asal-usul pranata sosial dan dalam menimbang maksud dari cara-cara yang berlaku yang telah menjadi kebiasaan. Namun yang terpenting adalah pemahaman yang diberinya mengenai struktur sosial yang mengatur perilaku dan yang dengan demikian mendasari kebudayaan. Pemahaman itu diperoleh melalui daftar istilah-istilah, analisa hak-hak dan tugas-tugas yang menjadi kewajiban sesuai dengan kedudukan mereka yang di kelompokan menurut berbagai istilah kekerabatan itu. 

Perbedaan antara cara hidup keluarga pada berbagai suku bangsa dan perbedaan di antara pengaruh faktor kekerabatan pada masyarakat sederhana dengan masyarakat modern untuk sebagian besar bersumber pada kebiaasaan kekerabatan yang berlainan. 

Pada masyarakat modern,