
Sesekali Payau lelah, kemudian ia pergi ke kebun untuk mencari mata air. Memetik buah kesemek yang tidak dia suka. Tapi apa mau dikata, perutnya lapar. Payau tidak pernah menanti kapan dia terbang. Dia hanya melakukannya saja. Itu yang dia tau. Sampai nanti, dia bisa sadar bahwa dia bukan hanya sedang mempelajari terbang. Kemudian Payau pulang berjalan kaki menuju rumahnya, pohon Ek.
.......
tiaradewi :)